
BALOCCI — Suara tawa dan riuh anak-anak memenuhi Kampung Dujie, Balleangin, Kecamatan Balocci, saat Festival Anak Kampung Bermain digelar. Kegiatan ini menghadirkan kembali keseruan bermain bersama melalui permainan rakyat yang sederhana, meriah, dan penuh kebersamaan. Berbagai permainan seperti Ma’ Bom-bom, Macukke, dan Bola Kampung menjadi bagian dari festival. Anak-anak bermain dengan penuh antusias, berlari, saling menyemangati, dan tertawa bersama. Kesederhanaan permainan justru menghadirkan suasana yang hangat dan membuat kampung kembali dipenuhi energi keceriaan anak-anak.
Ma’ Bom-bom mengajak anak-anak menguji keberanian dan ketangkasan. Macukke menghadirkan tantangan yang membutuhkan konsentrasi dan keterampilan, sementara Bola Kampung menjadi permainan yang mempertemukan anak-anak dalam semangat kebersamaan, kekompakan, dan sportivitas. Lebih dari sekadar bermain, festival ini menjadi momentum untuk menjaga keberadaan permainan rakyat agar tetap hidup di tengah generasi muda. Permainan tradisional menyimpan cerita, nilai kebersamaan, dan identitas yang tumbuh dari kehidupan masyarakat kampung.

Di tengah semakin dekatnya anak-anak dengan teknologi dan gawai, Festival Anak Kampung Bermain menghadirkan kembali pengalaman bermain secara langsung—berlari, berkeringat, tertawa, bersorak, dan menikmati kebersamaan bersama teman-teman. Dari Kampung Dujie, Balleangin, keceriaan itu kembali tumbuh. Sebuah pengingat bahwa kebahagiaan anak-anak terkadang hadir dari hal yang sangat sederhana: bermain bersama, tertawa bersama, dan pulang membawa cerita.
Karena pada akhirnya, bukan tentang siapa yang menjadi pemenang. Yang paling berharga adalah kenangan tentang masa kecil yang pernah begitu riang di kampung halaman.