BALLEANGIN – Semangat anak muda dalam memajukan potensi lokal kembali membara. Sebanyak 32 pemuda Kelurahan Balleangin bersama 11 mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) antusias mengikuti kegiatan Digital Marketing Training for Balleangin Tourism Village yang mengusung tema “Sustainable Ecotourism Balleangin” pada Sabtu, 26 September 2026.
Kegiatan inovatif ini dilaksanakan oleh Perkumpulan Penggerak Pariwisata Pajokka Balocci dengan dukungan penuh dari Uni Eropa (European Union) melalui program Global Youth Mobilization (Youth Empowerment Fund). Program ini berkomitmen untuk memberdayakan insiatif dan kepemimpinan pemuda dalam menggerakkan pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal
Berlangsung hangat di Pelataran Basecamp Pajokka Balocci, acara ini dipandu secara interaktif oleh dua anggota baru Perkumpulan Penggerak Pariwisata Pajokka Balocci, Ghina dan Husna, yang bertindak sebagai moderator. Keduanya sukses menghidupkan suasana serta memfasilitasi diskusi antara peserta dan narasumber.
Acara dibuka dengan sambutan penuh apresiasi dari Lurah Balleangin, Muliati, S.E. Beliau menekankan pentingnya peran generasi muda dan kolaborasi lintas sektor dalam mendorong kemajuan ekowisata di wilayah Balleangin.
“Anak muda adalah kunci keberlanjutan wisata kita. Melalui pelatihan digital marketing ini, kami berharap para pemuda Balleangin mampu mengemas potensi daerah menjadi konten kreatif yang menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara,” ujar Ibu Lurah Muliati, S.E.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dari narasumber, Guntur Rafsanjani yang merupakan Founder The Journey Of Maros. Dalam pemaparannya, Guntur membagikan strategi praktis mengenai penceritaan (storytelling) tempat wisata, teknik pemanfaatan media sosial, serta branding destinasi berbasis komunitas.
“Digital marketing bukan sekadar mengunggah foto atau video, melainkan bagaimana kita menyampaikan nilai, cerita, dan keunikan ekowisata Balleangin secara otentik agar menyentuh audiens yang tepat,” papar Guntur di hadapan para peserta.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak aktif berdiskusi dan langsung mempraktikkan penyusunan rencana konten promosi. Sinergi antara 32 pemuda Balleangin, 11 mahasiswa UNM, serta dukungan penggerak lokal dan internasional ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam membawa Desa Wisata Balleangin semakin dikenal secara luas dan berkelanjutan.