
Balocci – Workshop Kebun Rumah bertajuk “Dari Rumah untuk Bumi” yang diselenggarakan oleh Pajokka Balocci menjadi momentum penting dalam mendorong peran aktif perempuan Desa Wisata Balleangin dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus kelestarian lingkungan. Kegiatan yang dilaksanakan pada 25 April 2026 di Gazebo Pelatan Sekretariat Pajokka Balocci ini dirancang sebagai ruang belajar yang partisipatif, inspiratif, dan aplikatif, dengan fokus pada pemanfaatan lahan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga yang sehat, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.
Workshop ini secara khusus menyasar perempuan sebagai aktor kunci dalam pengelolaan rumah tangga dan pangan keluarga. Melalui pendekatan edukatif dan praktik langsung, para peserta dibekali pengetahuan serta keterampilan dalam menanam dan merawat berbagai jenis tanaman hortikultura seperti cabai, tomat, mentimun, pare, serta aneka sayuran lainnya. Tidak hanya sekadar menanam, peserta juga diajak memahami siklus pertumbuhan tanaman, teknik pemupukan alami, pengendalian hama secara organik, hingga strategi pemanenan yang optimal agar hasilnya dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai bahan pangan sehari-hari.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber inspiratif, Yohanes Benediktus dari Yayasan Pendidikan Lontara Hijau, yang dikenal memiliki pengalaman dalam pengembangan pertanian berkelanjutan berbasis masyarakat. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya membangun kemandirian pangan dari skala terkecil, yaitu rumah tangga. Ia juga mengajak para peserta untuk melihat kebun rumah tidak hanya sebagai sumber pangan, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan mengurangi ketergantungan pada bahan pangan dari luar.
Workshop ini secara resmi dibuka oleh Ketua Umum Pajokka Balocci, Al Ihsan, S.Tr.P, yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pajokka Balocci dalam mengembangkan ekowisata berbasis masyarakat yang tidak hanya berorientasi pada kunjungan wisata, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat lokal, khususnya perempuan. Ia menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam membangun keluarga yang tangguh, mandiri, dan peduli lingkungan.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik penanaman, diskusi kelompok, serta berbagi pengalaman terkait pengelolaan kebun rumah. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan dan ide yang muncul, menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan dan lingkungan semakin tumbuh di tengah masyarakat.

Melalui Workshop Kebun Rumah ini, Pajokka Balocci berharap tercipta gerakan kecil yang berdampak besar, dimulai dari rumah masing-masing perempuan di Desa Wisata Balleangin. Gerakan ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan keluarga, meningkatkan kesejahteraan, serta menjadi bagian dari upaya kolektif dalam menjaga bumi. Dari rumah, untuk bumi sebuah langkah sederhana yang membawa harapan besar bagi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.