Selamat Datang di Situs Resmi Pajokka Balocci
Selamat Datang di Situs Resmi Pajokka Balocci
29 Jan 2026 Berita Lingkungan

Pajokka Balocci Raih Apresiasi Menteri Kehutanan, Sinergi Kemanusiaan dan Konservasi di Bantimurung Bulusaraung

Pangkep – Menteri Kehutanan Republik Indonesia memberikan Piagam Penghargaan kepada Pajokka Balocci sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, dukungan, dan sinergitas dalam evakuasi kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, serta kontribusi aktif dalam pemulihan kawasan konservasi di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas peran nyata komunitas lokal dalam mendukung upaya kemanusiaan sekaligus menjaga kelestarian kawasan konservasi strategis pada Rabu, 28 Januari 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni menegaskan bahwa “Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung memiliki nilai penting tidak hanya sebagai destinasi wisata alam, tetapi juga sebagai pusat keanekaragaman hayati dunia, khususnya habitat kupu-kupu yang telah mengharumkan nama kawasan ini di tingkat internasional sebagai “The Kingdom of Butterfly” atau Kerajaan Kupu-Kupu. Ia menyampaikan bahwa kekayaan biodiversitas kawasan ini merupakan aset ekologis yang harus dijaga melalui kerja bersama semua pihak” Ungkapnya.

Raja Juli Antoni mengungkapkan bahwa “kawasan Bantimurung Bulusaraung sempat mengalami masa transisi dengan menurunnya populasi kupu-kupu dalam beberapa tahun terakhir. Namun, berkat kolaborasi yang kuat, komunikasi yang berkesinambungan, serta keterlibatan aktif masyarakat dan komunitas lokal, kondisi tersebut perlahan berhasil dipulihkan”. Senada dengan itu, Bupati Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Muhammad Yusran Lalogau menegaskan pentingnya dukungan berkelanjutan terhadap UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep. “Pengembangan wisata harus dilakukan tanpa merusak alam. Ekosistem tetap terjaga, namun di sisi lain mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat di sekitar kawasan,”

Pemberian Piagam Penghargaan ini sekaligus penegasan komitmen Menteri Kehutanan Republik Indonesia terhadap pelestarian Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung menjadi simbol kuat bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan komunitas lokal merupakan kunci utama dalam menjaga kawasan konservasi. Peristiwa ini menegaskan bahwa upaya kemanusiaan, respons kebencanaan, dan pelestarian lingkungan dapat berjalan seiring dalam satu semangat tanggung jawab bersama.

Ke depan, sinergi yang telah terbangun diharapkan terus diperkuat untuk memastikan keberlanjutan ekosistem Bantimurung Bulusaraung sebagai warisan alam yang bernilai tinggi bagi generasi mendatang. Dengan menjadikan gotong royong, komunikasi, dan kepedulian sebagai fondasi ini merupakan contoh praktik terbaik pengelolaan konservasi berbasis kolaborasi dan partisipasi masyarakat.

Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *